Pages

Jumat, 02 Desember 2011

Trik setting Opera Mini Handler TelkomseUpdate 2 Desember 2011

       Alhamdulillah hari ini saya masih diberikan kesehatan sehingga saya bisa posting lagi di blog ini (agungpuja.blogspot.com). kabar baik bagi penggemar internet gratis via ponsel. beberapa waktu lalu saya baru saja mendapatkan proxy Telkomsel yang tetap bisa browsing walau hanya mempunyai pulsa Rp.50 dan yang lebih mengejutkan adalah "tetap bisa browsing walau kartu sudah memasuki masa tenggang"

ini dia triknya

Setting ponsel
-Apn:telkomselbrn2
-Proxy: 082.145.208.009
-Prot:80

Set di opmin cuma isi
-proxy type: HTTP
-proxy server: m.skype.com

ATAU

-apn: 3gprs
-proxy: 141.0.11.253
-port:80

-set di opmin:
-http://login.yahoo.com:80/

-socket://@
-host: login.yahoo.com

Kamis, 24 November 2011

Membuat Flashdisk Menjadi Dua Partisi

Anda pernah berandai-andai bisa membuat partisi dalam flashdisk USB Anda? Kali ini, dengan mengikuti panduan di bawah Anda akan bisa melakukannya sendiri. File yang akan kita gunakan ini baru bisa didukung oleh Windows XP, dari sononya nggak ada keterangan lebih lanjut tentang Windows Vista ataupun Linux, maaf..
Panduan ini sekaligus menjadi jawaban dari permintaan rekan Otakanan001 yang rajin belajar TI :) Setelah googling dapetlah ringkasan berikut ini.

Cara Kerja
Sebelumnya, saya akan sedikit berikan penjelasan bagaimana logika kerja praktek kita kali ini. Biasanya, Flashdisk USB dideteksi oleh WindowsXP/Vista sebagai Removable Media, mirip seperti CD dan DVD yang bisa dicopot dan dicomot. Oleh karenanya Windows tidak akan menampilkan lebih dari satu partisi Flashdisk. Begitu juga, pengguna tidak diberi pilihan untuk membuat partisi baru dalam Removable Media. Namun, logikanya jika kita bisa membuat Windows mampu mendeteksi Flashdisk USB sebagai Fixed Drive seperti layaknya Harddisk, pengguna dapat membuat multi partisi dalam Flashdisk tersebut. Windows secara otomatis juga akan bisa mendeteksi dan menampilkan partisi tersebut.
Untuk melakukan proses ini, kita perlu membalik Removable Media Bit (RMB) dalam device USB. Inilah yang akan memberitahu kepada Windows bahwa Flashdisk yang kita pakai adalah Fixed Disk, bukan Removable Media. Setelah proses pembalikan bit ini berhasil, Anda akan bisa membuat partisi dalam Flashdisk USB.
Disclaimer
Sebelumnya perlu saya sampaikan bahwa tidak ada jaminan bahwa tool yang dipergunakan dalam panduan ini dapat bekerja baik pada semua flashdisk dan justru mungkin menyebabkan flashdisk rusak. Tidak ada garansi samasekali, pergunakan dengan hati-hati dengan resiko Anda tanggung sendiri. Saya sarankan Anda untuk mem-backup semua data sebelum memulai proses berikut ini.
Proses pembuatan partisi dalam Flashdisk USB.
A. Membalik RMB Flashdisk
  1. Download file BootIt tool dan extract ke dalam PC AndaTancapkan Flashdisk Anda dan jalankan BootIt.exe
  2. Pilih Flip Removable Bit:
    partisi-flashdisk1-boot-it
  3. Cabut flashdisk, dan tancapkan kembali. Sekarang seharusnya Flashdisk Anda akan terdeteksi sebagai Fixed Disk (bukan sebagai removable disk). Anda dapat memeriksanya dengan mengklik kanan Flashdisk dan lihat di Device Properties.
B. Membuat partisi dalam Windows
Langkah berikut ini mensyaratkan Anda sudah membalik RMB Flashdik seperti disebutkan dalam langkah A. di atas.
  1. Pilih Start > Run, ketik diskmgmt.msc [OK]
  2. Dalam jendela Disk Management, klik kanan Flashdisk Anda dan pilih Delete Partition
    partisi-flashdisk1-delete-partition
  3. Klik kanan Flashdisk Anda kembali dan pilih New Partition
    partisi-flashdisk1-new-partition
  4. Ikuti langkah dalam New Partition Wizard dan buat ‘Primary Partition’. Saat berada pada pilihan Partition Size, Pastikan Anda memasukkan nilai yang lebih kecil dari kapasitas maksimal flashdisk Anda untuk menyisakan ruang bagi partisi berikutnya.
    partisi-flashdisk1-partition-size
  5. Lanjutkan Wizard, memberi Pilihan Abjad dan memformat partisi. Saya merekomendasikan FAT32.
  6. Setelah selesai membuat partisi pertama, Anda dapat menambahkan partisi tambahan dengan mengulangi langkah 3 hingga 5 pada space kosong yang tersisa dalam flashdisk.
    partisi-flashdisk1-remaining-partitions
  7. Setelah semua selesai, Anda akan mendapatkan beberapa partisi dalam flashdisk dan terdeteksi sebagai drive yang dapat dipakai secara terpisah dalam Windows.
Mudah bukan? Sekarang Anda bisa mengembangkan penggunaan Fixed Disk ala Flashdisk yang barusan kita buat untuk sesuai keperluan kita masing-masing. Termasuk salah satu kelebihannya, Autorun bawaan Windows ga bakal sering muncul tiap kali kita masukkan Flashdisk. Nah, sekarang tinggal mau Anda gunakan untuk apa?
KETERANGAN (thanks to jaringandingin):
Jika karena sesuatu dan lain hal Anda pengen mengembalikan flashdisk dari Fixed Disk ke kondisi semula, caranya cukup gampang:
  1. Klik kanan pada Bootlt.exe, pilih Run As > Administrator. Di sini Anda (mungkin) akan diminta konfirmasi dan perlu menyediakan password Administrator.
  2. Pilih drive flashdisk anda > klik tombol Flip Removable Bit.
  3. Cabut flashdisk dan colokkan kembali. Sekarang Flashdisk Anda akan kembali menjadi Removable Disk.
Gambar dan tulisan versi original dapat Anda temukan dari sini.

Sabtu, 22 Oktober 2011

Update Trik internet gratis telkomsel setting Opera Mini handler 15 Oktober 2011

Hallo pencinta gratisan.. Baru saja saya dapat trik baru untuk internet gratis telkomsel.. Trik saya dapat dari master boejal pemilik wapblog www.boejal.mywapblog.com. Kali ini trik setting Opera mini handler untuk telkomsel.. Kali ini trik saya taruh di wapka.mobi langsung saja bisa di lihat tanpa sensor
Oh iya.. Gunakan saja jalur standard. Langsung saja klik link berikut!


Trik setting Opera mini handler telkomsel 15 Oktober 2011

Sabtu, 13 Agustus 2011

Lirik + Video Iklan Pocari Sweat

Hateshinai ao no mukou e,
Bokutachi no mirai wa hirogaru
Beautiful day, kimi to boku ga koko ni iru
Hashitta bun dake michi wa nobiru kara,
Day by day, ima wo ikiyou
Menuju langit biru tanpa batas,
Masa depan kita terbuka lebar.
Beautiful day, aku dan kamu berada di sini.
Karena hanya dengan berlari jalan pun menjadi lurus,
Day by day, mari kita jalani bersama

Jumat, 12 Agustus 2011

Let Go: Sebuah Novel tentang Persahabatan dan Kehilangan

Judul                 :           Let Go

Format             :           novel

Author              :           Windhy Puspitadewi

Penerbit            :           Gagasmedia

Tahun Terbit   :           2009

Harga                 :           Rp 35000,-

Cover                 :           soft cover

Halaman           :           244 halaman

ISBN                   :           979-780-382-1

“Setiap cerita punya ruang sendiri di dalam hati”




Novel yang satu ini memang beda.

Ketika pertama kali membacanya, saya mula-mula menganggap bahwa novel ini adlah sebuah teen lit biasa. Ternyata setelah membaca dua bab pertama—dan seterusnya—anggapan saya salah besar dan saya jadi ketagihan!

Caraka adalah seorang murid kelas X yang baru bersekolah selama 4 bulan, namun sudah berkelahi 2 kali dan punya reputasi buruk karenanya. Terancam akan dikeluarkan dari sekolah membuatnya terpaksa menerima anjuran Bu Ratna, wali kelasnya yang peduli terhadapnya, untuk menjalani hukuman dengan cara yang agak berbeda: bergabung di dalam pengerjaan majalah dinding sekolah, “Veritas”, bersama 3 orang murid kelas X lainnya, yang awalnya sama sekali tidak saling mengenal satu sama lain (meski sekelas).

Caraka bergabung dalam “Veritas” dan bersama timnya: Nathan, cowok cakep berkacamata yang cerdas, serba bisa, tetapi dingin dan sinisnya minta ampun; Nadya, sang ketua kelas yang cantik, aktif, pintar, dan terkadang kelewat mandiri; dan Sarah yang pemalu dan tidak bisa mengatakan tidak terhadap permintaan orang lain; bahu membahu mengerjakan liputan “Veritas” dan menggalang persahabatan mereka bersama-sama.

Berbagai masalah menghadang mereka dan membuat mereka menyadari bahwa persahabatan mereka amatlah berharga, terutama untuk Caraka dan Nathan. Dengan Caraka sebagai axis, kehidupan masing-masing anggota tim majalah dinding itu pun berubah, tentunya ke arah yang lebih baik. Tak terkecuali Caraka sendiri…

Gaya bahasa novel ini sederhana dan mengalir, tanpa banyak embel-embel bahasa gaul seperti biasanya novel teen lit lainnya. Beberapa hal yang terkadang membuat saya kurang menikmati membaca novel remaja atau bertema remaja adalah karena pemilihan bahasanya yang cenderung sok gaul (supaya keliatan me-‘remaja’, mungkin) dan dangkal. Di dalam novelnya, Windhy menggunakan bahasa yang simpel dan mudah dimengerti, tanpa meninggalkan atribut keremajaannya. Kita tahu dan memahami bahwa kita sedang membaca dialog yang diucapkan remaja seperti Caraka dkk, tanpa harus disuguhi dialog berbau bahasa gaul yang mengganggu.

Hal lain yang menjadi nilai tambah dari novel ini adalah seringnya Windhy mengutip kalimat-kalimat terkenal, baik dari novel lain, kata-kata mutiara, film, dan lagu. Ia juga menempelkan puisi-puisi karyanya sendiri untuk melengkapi novelnya; sungguh suatu nilai lebih yang menjadikan novel ini lebih berbobot (puisi-puisinya bagus dan menyentuh; saya kagum, soalnya seumur-umur nggak pernah bisa bikin puisi bagus ^__^).

Alur ceritanya juga simpel, cenderung klasik malahan. Kehidupan empat orang remaja sebagai titik pusat, dengan berbagai masalahnya, diceritakan dengan apa adanya, tanpa terburu-buru.

Yang paling membuat saya salut pada novel ini adalah karakterisasinya.

Karakterisasi di dalam novel ini kuat dan stabil. Sejak awal Caraka digambarkan sebagai anak yang keras kepala, pantang menyerah, dan sedikit telmi ^_^. Karakternya stabil sampai akhir cerita. Begitu juga dengan Nathan; yang sampai akhir tetap sinis dan dingin, meski nantinya terbukti bahwa itu hanyalah topeng belaka; Nadya yang berusaha bersikap kuat dan mandiri, tetapi tetaplah seorang gadis biasa yang bisa menangis; dan Sarah, yang lemah dan pemalu, tetapi nantinya, atas dorongan Caraka dan yang lain, ia berusaha berubah menjadi lebih kuat. Semua karakter di dalam cerita ini terbangun dengan kuat dan stabil dari awal sampai akhir cerita, suatu kelangkaan pada novel-novel lokal (kecuali mungkin novel-novel karya novelis kondang).

Salah satu poin menarik dari novel ini adalah desain kover. Sumpah kovernya keren abis! Gagasmedia memang tidak tanggung-tanggung dalam merancang kover novel-novelnya, semuanya sangat cantik dan artistik. Kover novel Let Go ini tidak menjadi pengecualian. Dengan warna biru langit dan putih, lukisan burung-burung, dan aksen sobekan kertas notebook, kesan yang berusaha ditampilkan adalah (menurut saya) ‘tranquility’. Jujur saja, saya memutuskan untuk membeli novel ini, pertama kali banget adalah karena kovernya, baru karena ceritanya.

Singkat kata, novel ini sangat bagus dan layak dibaca, apalagi dikoleksi. Saking terkesannya, saya sampai kirim email pujian ke Mbak Windhy, hehehe…

Salam, Agung